Joko Sungsang

Joko Sungsang
Kelompok 13 KKN UMM Angkatan 37 Tahun 2013
<<<... Bagi yang berkeinginan mendapatkan artikel di Blog ini harap hubungi Admin di 08562799819 atau ibnukholid88@gmail.com Terima Kasih ...>>>

Sunday, 22 April 2012

SIFAT HURUF HIJAIYAH

SIFAT HURUF HIJAIYAH


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillaharrahmanirrahim, alhamdulillahirabbil ‘alamien jika pada beberapa waktu yang lalu kita telah sharing2 masalah yang berhubungan dengan makhorijul huruf, maka pada kesempatan kali ini jokosungsang akan sharing tentang sifat2 huruf. Segala sesuatu yang berada di dunia ini pasti memiliki sifat yang digunakan sebagai pembeda sesuatu tersebut dengan benda yang lain. Begitu pula dengan huruf, baik huruf hijaiyah maupun huruf lain. Setiap satu dari huruf memiliki sifat yang pastinya berbeda dengan huruf lain.
Namun kesempatan kali ini, jokosungsang akan sharing sifat huruf yang berada dalam lingkup huruf HIjaiyah. Terdapat beberapa sifat yang berada dalam huruf hijaiyah, sepeerti: kuat, keras, lemah, berangin, sepi, dan lain sebagainya. Untuk keterangan lebih lanjut tentang sifat huruf adalah sebagai berikut:
Sifat huruf hijaiyah terbagi menjadi 2, yaitu sifat lazimah dan sifat ‘aridlah.
1.      Sifat Lazimah
Sifat lazimah adalah ciri asal yang terdapat sebagai khas suatu huruf, yaitu ketika suatu huruf tidak diberi harakat atau yang lainnya yang dapat menimbulkan ciri lain. Terdapat 19 Sifat lazimah bagi huruf, yang terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama terdapat 10 sifat yang memiliki perlawanan, dan sisanya tidak memiliki perlawanan.
a.       Bagian Pertama
 
pertama dari kedua bagian sifat huruf yaitu bagian yang terdapat 10 sifat yang memiliki perlawanan. Sifat-sifat huruf adalah Jahriyah, Hamsiyah, Syiddah, Rakhawah, Isti’la, Istifal, Itbaq, Infitah, Idzlaq, dan Ishmat. Kesepuluh sifat tersebut ada yang memiliki sifat yang kuat dan lemah. Dari sifat-sifat tersebut terdapat 5 sifat yang memiliki sifat kuat, dan 5 sifat yang memiliki sifat lemah.
1)      5 (lima) sifat kuat
Sifat-sifat huruf ada yang lemah dan ada yang kuat, kuat dan lemahnya huruf tergantung pada kuat atau tidaknya huruf dalam berpegangan pada makhrajnya, jika huruf tersebut kuat dalam berpegangan pada makhrajnya, maka termasuk dalam huruf yang kuat. Namun sebaliknya jika huruf tersebut lemah dalam berpegangan pada makhrajnya, maka digolongkan huruf yang lemah. Terdapat 5 (lima) sifat huruf yang digolongkan dalam kategori sifat kuat yaitu: Jahriyah, Syidah, Isti’la, Itbaq, dan Ishmat.
a)      Sifat Jahriyah
Sifat Jahriyah adalah suatu sifat yang yang huruf-hurufnya dibaca dengan jelas dan tidak keluar nafas, karena huruf-huruf yang memiliki sifat Jahriyah sangat kuat dalam memegang makhrajnya. Terdapat 18 huruf yang memiliki sifat Jahriyah, yaitu: ‘ain, dzo, mim, wawu, zain, nun, qaf, ro, hamzah, dzal, ya, ghain, dlad, jim, dal, tho, lam, dan ba yang kesemuanya terkumpul dalam kalimah
عَظُمَ وَزْنُ قَارِئٍ ذِيْ غَضٍّ جَدَّ طَلَبِ
Huruf-huruf tersebut diatas ketika diucapkan tidak mengeluarkan nafas.
b)      Sifat Syiddah
Arti syiddah adalah kuat, maka huruf-huruf yang memiliki sifat syiddah haruslah dibaca kuat seperti kuatnya suara yang berpegangan terhadap sifatnya, bukan makhrajnya. Pembacaan huruf yang memiliki sifat syiddah ini bagai tersendat dan tidak bisa keluar. Huruf-huruf yang memiliki sifat syiddah ada 8 terkumpulu dalam lafadz.
اجد قط بكت
Huruf-huruf tersebut adalah Hamzah, Jim, Qaf, Tho, Ba, Kaf, dan Ta.
c)      Sifat Isti’la
Sifat urutan ketiga dari kelima sifat yang kuat adalah Sifat Isti’la yaitu naiknya lidah ketika mengucapkan huruf-huruf yang memiliki sifat isti’la. Adapun huruf-huruf yang memiliki sifat ini terkumpul dalam lafadz.
خص ضغط قظ
Yaitu Kho, Shad, Dlad, Ghoin, Qaf, dan Dzo. Seluruh huruf tersebut tidak boleh dibaca lemah, karena keseluruhannya tergolong huruf yang memiliki sifat tafkhim yaitu sifat yang harus dibaca tebal dan kuat.
d)      Sifat Itbaq
Sifat itbaq adalah sifat yang ketika mengucap huruf yang memiliki sifat itbaq, lisan pengucap menempel dengan langit-langit mulut, karena yang dimaksud itbaq adalah menutupnya lisan pada langit-langit mulut. Huruf yang termasuk dalam golongan ini adalah shad, dlad, tho, dan dzo.
e)      Sifat Ishmat
Huruf-huruf yang memiliki sifat ishmat dibaca sangat berhati-hati layaknya orang yang berjalan pada tempat yang kotor dan berhati-hati berusaha supaya tidak memijak pada tempat yang penuh najis. Ibarat tersebut diibaratkan untuk sifat ishmat karena selitnya mengucapkan huruf yang memiliki sifat ishmat dan keharusan untuk berhati-hati dalam membacanya karena untuk mengantisipasi adanya keserupaan pembacaan huruf yang memiliki sifat ishmat.
Huruf-huruf yang memiliki sifat ishmat adalah 23 yaitu hamzah, ba, ta, tsa, jim, kha, kho, dal, dzal, zain, sin, syin, shad, dlad, tho, dzo, ‘ain, ghoin, qaf, kaf, wawu, ha, dan ya.
Huruf-huruf yang tersebut di atas jika tidak berhati-hati dalam mengucapkan akan memiliki keserupaan dengan huruf lain, contoh: ketika mengucapkan ‘ain dapat serupa dengan hamzah, ketika mengucapkan dlad dapat serupa dengan dzo, ketika mengucapkan qaf dapat serupa dengan kaf, dan sebagainya. Untuk itu definisi ishmat adalah hati-hati, meskipun menurut ulama ada yang berpendapat bahwa arti ishmat adalah mencegah, namun apabila dilihat dari contoh dan beberapa huruf yang memiliki sifat ishmat ini, arti ishmat adalah hati-hati dirasa lebih tepat dan akurat. Wallahu a’lam.
2)      5 (lima) sifat lemah
Golongan kedua dari sifat yang memiliki perlawanan adalah sifat yang lemah. Terdapat 5 sifat yang tergolong lemah. Sifat-sifat tersebut digolongkan sebagai sifat yang lemah karena kurang kuatnya huruf-huruf yang memiliki sifat-sifat lemah ini dalam berpegangan pada makhrajnya. Sifat-sifat tersebut adalah Hamsiyah, Rakhawah, Istifal, Infitah, dan Idzlaq.
a)      Sifat Hamsiyah
Hamsiyah artinya mendesis. Dari arti bahasa tersebut dapat didefinisikan bahwa sifat jahriyah adalah sifat bagi huruf hijaiyah yang ketika diucapkan harus mengeluarkan nafas. Sifat Hamsiyah ini adalah kebalikan dari sifat Jahriyah, ketika mengetahui arti dan makna Jahriyah maka pasti akan tahu arti Hamsiyah. Huruf-huruf yang memiliki sifat Hamsiyah adalah Fa, cha, tsa, Ha, Syin, Kho, Sin, kaf, dan ta. Terkumpul dalam lafal
فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ
b)      Sifat Rakhawah
Secara bahasa rakhawah adalah lemas, tidak kencang. Secara istilah tajwid rakhawah adalah suatu sifat yang kurang kuat dalam pegangan terhadap makhrajnya. Maka dalam mengucapkan huruf-huruf yang memiliki sifat rakhawah ini tidak terhalang apapun, baik terhalang nafas ataupun suara. Terdapat 15 (limabelas) huruf yang memiliki sifat rakhawa. Kelima belas huruf tersebut adalah kho, dzal, ghoin, tsa, cha, dzo, fa, dlad, syin, wawu, shad, zain, sin, alif, dan ha.
خُذْ غِثَّ حَظٍّ فُضَّ شَوْصَ زِيِّ سَاهٍ
c)      Sifat Istifal
Sitifal adalah merendahkan, secara sitilah tajwid istifal adalah sifat bagi huruf yang ketika huruf tersebut diucapkan lidah direndahkan lebih ke arah bagian bawah mulut. Sifat istifal adalah lawan dari sifat isti’la, dan ketika mengetahui arti isti’la maka sepatutnya tahu arti istifal. Terdapat 21 huruf yang memiliki sifat istifal, huruf-huruf tersebut adalah tsa, ba, ta, ‘ain, zain, mim, nun, ya, jim, wawu, dal, cha, ro, fa, ha, hamzah, dzal, sin, lam, syin, dan kaf.
d)     Sifat Infitah
Adalah kebalikan/lawan dari sifat ithbaq, yaitu bahwa sifat infitah adalah sifat dimana pengucapan huruf yang mempnyai sifat infitah adalah dengan membukanya lidah dan tidak ditempelkan pada langit-langit mulut. Huruf-huruf yang memiliki sifat infitah ada 24 huruf selain huruf-huruf yang memiliki sifat ithbaq (shad, dlad, tho, dzo). Jadi selain keempat huruf tersebut adalah huruf-huruf yang cara pembacaannya adalah menjauhnya lisan/lidah dari langit-langit mulut ketika mengucapkannya.
e)      Sifat Idzlaq
Arti idzlaq sendiri secara bahasa adalah lancar. Huruf-huruf yang memiliki sifat idzlaq adalah huruf yang sangat lancar dalam pengucapannnya. Terdapat 6 (enam) huruf yang memiliki sifat idzlaq yaitu fa, ro, mim, nun, lam, dan ba. Keenam huruf tergolong huruf yang lancar dalam pengucapan karena fa, mim, dan ba keluar daru ujung/bagian samping bibir, sedangkan lam, mim, dan nun keluar dari ujung lidah.
b.      Bagian Kedua
Bagian kedua dari sifat lazimah adalah sifat huruf yang tidak memiliki perlawanan. Terdapat 9 (sembilan) sifat yang tidak memiliki perlawanan, yaitu qalqalah, shafir, inhiraf, takrir, istithalah, tafasyi, ghunnah, lain, dan mad.
1)      Sifat qalqalah
Arti qalqalah secara bahasa adalah memantul. Huruf yang memiliki sifat qalqalah adalah huruf yang pembacaannya memantul dari huruf aslinya. Pantulan ucapan tidak menambahkan huruf lain atau mengurangi huruf qalqalah, namun pantulan huruf dapat didengar ketika huruf yang memiliki sifat qalqalah tersebut mati/menyandang sukun. Sebab ketika huruf-huruf qalqalah menyandang harakat lain, maka pengucapannya tidak memantulkan suara. Huruf-huruf qalqalah adalah qaf, tho, ba, jim, dan dal. Selain kelima huruf tersebut pengucapannya tidak memantulkan suara yang berasal dari huruf.
Kebanyakan orang mengucapkan qalqalah bukan hanya pada huruf-huruf yang memiliki sifat qalqalah, seperti dlad, mim, lam, dan nun.
Cara membaca qalqalah seperti pemantulan suara yang berasal dari huruf yang memiliki sifat qalqalah, misal: qaf menjadi aq…, dal menjadi ad…, ba menjadi ab…, dan sebagainya. Namun jika pengucapan huruf lain yang tidak memiliki sifat qalqalah adalah tetap seperti asal hurufnya, misal: nun tetap an, mim tetap am, dlad tetap adld, dan sebagainya.
Tedapat 2 macam qalqalah, yaitu qalqalah sughra dan qalqalah kubra.
a)      Qalqalah Sughra
Adalah qalqalah terletak di tengah-tengah kalimah. Contoh:
قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ اَبْصَارِهِمْ اجْتَبَاهُ
b)      Qalqalah Kubra
Adalah qalqalah yang terletak di akhir kalimah/pada tingkah waqaf. Contoh:
اَحَدْ مُحِيْطْ مُنِيْبْ حَدِيْدْ
2)      Sifat Tafasyi
Menurut bahasa, Tafasyi adalah mekar. Dan secara istilah tajwid tafasyi adalah mekarnya suara ketika mengucap huruf yang memiliki sifat tafasyi. Sifat ini khusus terdapat pada huruf syin. Huruf syin adalah mekarnya nafas (keluar begitu banyaknya nafas) ketika mengucapkannya. Keluarnya nafas begiru banyak berasal dari dalam rongga mulut.
3)      Sifat Inhiraf
Inhiraf adalah cenderung. Secara istilah inhiraf adalah cenderungnya suatu sifat/makhraj pada sifat/makhraj lain. Huruf yang memiliki sifat inhiraf adalah lam dan ro. Huruf lam terletak pada ujung lidah dan cenderung mendekat pada makhraj huruf dlad, sedangkan ro terletak pada bagian atas lidah dan cenderung pada makhraj huruf lam.
4)      Sifat Takrir
Secara bahasa, takrir berakar dari lafal karrara yaitu mengulang. Secara istilah tajwid takrir adalah terulangnya suara ketika mengucapkan huruf yang memiliki sifat takrir. Sifat takrir terkhusus pada huruf ro.
Pengulangan suara pada huruf ro tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Karena jika terlalu panjang akan merusak ainiyah huruf, namun jika terlalu pendek akan merubah huruf menjadi huruf lain.
5)      Sifat Ghunnah
Ghunnah adalah berdengung, dengung yang dimaksud adalah berdengungnya mim dan nun ketika menyandang tasydid, dan berdengungnya tanwin/nun mati ketika bertemu dengan huruf ghunnah (ya, nun, mim, wawu) dan huruf iqlab (ba), dan berdengungnya mim mati ketika bertemu dengan mim dan ba.
6)      Sifat Lain/Layyin
Secara bahasa makna lain adalah lemas, lentur. Dan secara istilah tajwid lain adalah suatu sifat bagi huruf hijaiyah yang memiliki sifat lemah dengan lenturnya pengucapan ketika mengucapkan huruf yang memiliki sifat lain. Huruf lain adalah alif, wawu, dan ya, namun lebih cenderung pada wawu dan ya karena huruf alif lebih cenderung pada huruf mad. Pelenturan pengucapan pada huruf lain memiliki syarat, yaitu:
a)      Jika huruf wawu terletak setelah harakat fathah atau kasrah, contoh:
بَوْ فِوْ

b)      Jika huruf ya terletak setekah harakat fathah atau dlammah
نَيْ فُيْ
7)      Sifat Mad
Mad adalah sifat lemah yang memiliki arti panjang, diartikan mad karena pengucapannya adalah memanjang 2(dua) harakat/ketukan dari huruf yang diucapkan. Huruf yang memiliki sifat mad sama dengan huruf yang memiliki sifat lain, hanya saja syaratnya yang berbeda. Syarat-syarat mad adalah Alif setelah fathah, Ya setelah kasrah, dan Wawu setelah dlammah. Contoh:
نُوْ حِيْهَا

A.     Analisa Sifat Huruf
Dari keterangan yang telah penulis paparkan, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap huruf memiliki beberapa sifat. Tersebut dalam Fathul Mannan (Maftuh, Muhammad, Fathul Mannan Litashihi Alfad alQuran, Surabaya: Toko Kitab Al Ihsan, t.t.) bahwa setiap huruf memiliki sifat paling sedikit 5 sifat untuk setiap hurufnya. Keterangan tentang sifat huruf untuk setiap infirad huruf penulis paparkan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 3.1. Tabel Sifat Huruf
Huruf
Sifat Huruf
أ )همزة(
جهرية
شدة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ب
جهرية
شدة
إستفال
إنفتاح
إذلاق
قلقلة

ت
همسية
شدة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ث
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ج
جهرية
شدة
إستفال
إنفتاح
إصمات
قلقلة

ح
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات


خ
همسية
رخاوة
إستعلاء
إنفتاح
إصمات


د
جهرية
شدة
إستفال
إنفتاح
إصمات
قلقلة

ذ
جهرية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ر
جهرية
بيني
إستفال
إنفتاح
إذلاق
إنحراف
تكرير
ز
جهرية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
صفير

س
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
صفير

ش
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
تفشي

ص
همسية
رخاوة
إستعلاء
إطباق
إصمات
صفير

ض
جهرية
رخاوة
إستعلاء
إطباق
إصمات
إستطالة

ط
جهرية
شدة
إستعلاء
إطباق
إصمات
قلقلة

ظ
جهرية
رخاوة
إستعلاء
إطباق
إصمات


ع
جهرية
بيني
إستفال
إنفتاح
إصمات


غ
جهرية
رخاوة
إستعلاء
إنفتاح
إصمات


ف
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إذلاق


ق
جهرية
شدة
إستعلاء
إنفتاح
إصمات
قلقلة

ك
همسية
شدة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ل
جهرية
بيني
إستفال
إنفتاح
إذلاق
إنحراف

م
جهرية
بيني
إستفال
إنفتاح
إذلاق


ن
جهرية
بيني
إستفال
إنفتاح
إذلاق


و
جهرية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
مد
ليّنة
هـ
همسية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات


ي
جهرية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
مد
ليّنة
ا )الف(
جهرية
رخاوة
إستفال
إنفتاح
إصمات
مد
ليّنة

Sekian dulu sharing jokosungsang tentang sifat huruf hijaiyah, dan Insya Allah jika masih diberi kesempatan, kesehatan, dan kekuatan serta fikiran akan berlanjut pada pembahasan tentang Tajwid dalam Qiraah. Subhanallah.


Pustaka:
Maftuh, Muhammad, Fathul Mannan Litashihi Alfad alQuran
Ibnu Hannah, Munajah, Hilyat at Tilawah wazinat al Ada wa al Qiraah, (Surabaya: Muhammad Ibnu Ahmad Nabhan Wa Auladih, 1970)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Reactions:

0 comments :

Post a Comment

 
|| Copyright @ Joko Sungsang ||