Puisi MAAF DAN SESALAN

MAAF DAN SESALAN

Pagi buta membuatku tak dapat melihat apapun
Hingga sang mentari menjemputku dengan keindahan dan kehangatan cahyanya
Dalam kelelapanku aku terbayang
Akan keindahan esok hari yang bergitu penuh dengan kekosongan
Kicauan burung menghias indahnya pagi
Sinaran surya mencakar bumi dengan kasihnya
            Aku yang baru tersadar dari lelapku
            Melihat sesosok jiwa yang kuat nan tabah
            Sedang berjalan berlalu melampui jalan yeng penuh dengan ketidakpastian
            Ia dengan tabah dan kuat menjaga martabat
            Tuk menghidupi buah hati yang ia dambakan
            Menjadi hamba yang begitu memiliki kemanfaatan
Dengan membawa sebuah keranjang berisikan minuman
Ia berlalu lalang berteriak memanjakan barang yang dibawa
Dengan berharap ada yang terkesima dengan teriakannya
            Aku yang sedang duduk di kamar
            Termenung dan terkesan
            Dengan yang diteriakkan
            Begitu tabah dan kuat jiwanya
Ia yang sudah bertahun-tahun hidup sendiri
Tanpa kekuatan sang suami
Sedang buah hati yang didambakannya menjadi yang berguna
Sedang berlalu di bangku pendidikan yang begitu jauh darinya
            Ketika aku melihatnya
            Sekilas aku berfikir
            Bahwa begitu nikmatnya menjadi aku
            Yang selalu mendapat kasih dari orang tuaku
            Tak jauh dari tatapan mata
            Tak lalu dari ratapan jiwa
Hingga aku berfikir
Kan ku mohon maaf dan berterima kasih teramat
Pada orang tuaku yang telah memberiku penghidupan
Namun kasar dan kerasnya hati ini
Hingga mata ini tak sanggup menitihkan air mata
            Maafkan aku ayah, ibu
            Telah banyak membuat kesalahan dan kesusahan
            Tak faham kan artinya kasih sayang orang tua
            Yang telah dilimpahkan pada diriku yang hina dina ini
Share on Google Plus

About Joko Sungsang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.